Senin, 28 November 2011

Sukses Dibangun Setiap Hari

Pernahkah kita membayangkan kita adalah orang yang paling beruntung dengan segala kesuksesan yang menaungi kita atau sepertinya kegagalan selalu datang silih berganti dan kita selalu mengeluh akan nasib kita yang selalu buruk.
Kegagalan dan kesuksesan hanyalah sebuah pilihan dan hanya kitalah yang berhak untuk menentukan yang apa terbaik bagi kita. Siapa yang ingin sukses?


Pribadi Positif
Di samping fakta-fakta mengenai seputar kegagalan dan beberapa definisi arti kata gagal dari berbagai tokoh, saya juga mau menambahkan bahwa dari sebuah kegagalan, orang-orang untuk mau menjadi sukses harus mempunyai sikap dan pribadi yang positif dan juga mengenal tidak ada kata terlambat dan pantang menyerah. Oleh sebab itu saya akan mengulas dua sikap dan kepribadian tersebut melalui beberapa contoh pengalaman hidup dari orang-orang yang berpengaruh pada masa kesuksesan karir mereka.
Sikap dan pribadi yang positif dalam arti kata yang sebenarnya adalah orang yang berani gagal, berjiwa besar, orang tersebut tidak pernah kehilangan semangat dan selalu mencoba untuk menolong dirinya sendiri dalam berbagai kesulitan.
Untuk mengilustrasikan sebuah contoh orang yang berkepribadian positif dalam kehidupan yang nyata, saya akan menceritakan sebuah pengalaman hidup yang dirangkum dari seorang yang sangat terkenal, penemu ulung yang bahkan namanya akan dikenang sepanjang masa dalam dunia modern.
Majalah Life menggelarinya manusia nomor satu di milenium kedua. Jumlah barang-barang yang berhasil diciptakannya membuat orang-orang terpana, sebanyak 1093 buah. Ia selalu mempatenkan penemuannya lebih banyak daripada siapa pun di dunia ini, kurang lebih satu kali setiap tahun selama enam puluh lima tahun berturut-turut.
Namanya adalah Thomas Alpha Edison. Banyak orang yang mengakui kemampuan Edison sebagai seorang yang berkreatifitas tinggi dan sangat jenius. Akan tetapi ia menamakannya sebagai buah dari hasil kerja keras. Baginya jenius adalah sembilan puluh sembilan persen dedikasi dan satu persen inspirasi. Selain dedikasi yang tinggi, sikap positif akan sebuah persoalan yang dimilikinya juga menentukan kesuksesan Edison.
Edison adalah seorang optimis yang bisa melihat hal yang terbaik di dalam segala sesuatu. Katanya, ”Jika kita melakukan semua hal yang bisa kita lakukan, kita akan membuat diri kita luar biasa”.
Ketika membutuhkan sepuluh ribu kali percobaan untuk mencari bahan yang paling tepat untuk membuat bohlam lampu, Edison tidak memandangnya sebagai kegagalan. Ia selalu mengumpulkan informasi dan mencari solusi yang terbaik dalam memecahkan permasalahannya. Keyakinan dan dedikasi yang sangat tinggi dapat disimpulkan dalam pernyataannya sendiri, ”Kebanyakan dari hidup yang gagal adalah orang-orang yang tidak menyadari seberapa dekatnya mereka pada kesuksesan pada saat mereka menyerah”.
Mungkin peristiwa yang paling mencatat sikap positif dan berjiwa besar dari seorang Edison berasal dari bagaimana ia memandang suatu kejadian tragis pada saat umurnya mencapai enam puluh tahun. Laboratorium yang terkenal di seluruh dunia yang dinamakan ”Kompleks Ide”, dengan empat belas bangunan yang dibangunnya di West Orange, New Jersey, terbakar habis pada bulan Desember 1914.
Bangunan utamanya sangat megah dan berukuran tiga kali lebih besar dari lapangan sepakbola, dari sanalah Edison dan para anak buahnya menciptakan penemuan baru, memproduksi barang-barang dan mengembangkan prototipe.
Bangunan tersebut menjadi model bagi pusat penelitian dan produksi modern terbesar di Amerika Serikat. Pada saat berdiri di luar dan menyaksikan kobaran api melahap laboratorium favoritnya, puluhan saksi mata melihat Edison berkata, ”Nak, jemputlah ibumu. Ia tidak akan pernah melihat api sebesar ini lagi”.
Lebih lanjut, kebanyakan orang akan hancur oleh insiden ini tetapi bukan untuk Edison. ”Aku berumur enam puluh tujuh”, katanya setelah tragedi tersebut, ”tapi belum terlalu tua untuk memulai yang baru. Aku telah melalui banyak peristiwa seperti ini”.
Edison membangun lab-nya kembali, dan tetap bekerja selama tujuh belas tahun berikutnya. Ia meninggal pada usia delapan puluh empat tahun. Jika Edison bukanlah merupakan pribadi yang positif, ia tidak akan pernah meraih kesuksesannya sebagai penemu. Jika anda melihat orang-orang di berbagai profesi mereka yang berhasil meraih kesuksesan dalam bentuk apapun, anda akan menemukan bahwa mereka hampir selalu memiliki pandangan positif terhadap kehidupannya.
Pernahkah kita merasa telah tua dalam menggapai cita-cita, atau kita merasa sudah terlambat untuk menjadi orang yang sukses dikarenakan oleh umur yang sudah lanjut, nasib yang buruk dan tidak pernah membaik, atau kita sangat trauma akan kegagalan yang akan berulang apabila kita mencoba sesuatu yang baru.
Apabila kita mengalami hal tersebut, yakinlah bahwa Anda tidak sendirian di dalam kehidupan yang beraneka ragam ini. Banyak orang-orang di sekitar kita merasa waktu mereka sudah terbuang percuma pada masa mudanya, sehingga di saat senja, bagi mereka tidak ada gunanya lagi untuk berjuang atau sedikitnya mencoba hal-hal yang baru meskipun hal tersebut dapat mengakibatkan sikap yang positif bagi mereka sendiri.
Kata-kata terlambat sudah sangat mengakar dan tertanam dalam alam pikiran mereka, sehingga mereka akan semakin jatuh lagi kedalam penderitaan dan akan selalu mengingat dan menyesalkan masa muda mereka yang diisi oleh segala hal yang tidak bermanfaat. Akibat lebih lanjut adalah timbulnya depresi, saling menyalahkan, rendah diri, malas, atau bahkan tindakan krimal akan terjadi apabila sifat dan sikapnya sudah tidak terkontrol lagi.

Tak Ada Kata Terlambat
Apabila Anda mengenal Ray Kroc dengan bisnis waralabanya yang sangat terkenal, McDonalds, kemudian penulis Joseph Conrad dengan cerita-cerita yang mengagumkan di berbagai novelnya yang laris, dan seniwati ”Grandma” Moses yang mulai melukis pada saat berumur tujuh puluh lima tahun dan menikmati dua puluh enam tahun kesuksesan karir di penghujung hidupnya, maka
Anda akan mulai berpikir lebih jernih lagi apabila anda merasa sudah terlambat dalam mendapatkan kesuksesan dan cita-cita dalam hidup anda ini. Sependapat dengan Robert Strauss yang mengatakan, ”Sukses memiliki sedikit kemiripan dengan bergulat dengan seekor gorila. Anda berhenti bukan pada saat anda lelah melainkan anda berhenti pada saat gorilanya lelah”, maka Ray Kroc, Joseph Conrad, hingga ”Grandma” Moses pun juga berbuat demikian di dalam karir kesuksesan mereka.
Ray Kroc, pengusaha restoran makanan saji cepat yang mendunia, McDonalds, lebih dari setengah masa hidupnya berada dalam garis kemiskinan. Ray Kroc adalah seorang salesman dari berbagai produk yang telah dijajakan, tetapi selalu hidup pas-pasan.
Setelah bosan menjalani profesi salesman dan sempat menganggur, dia mulai merintis usaha restoran hamburger pada usia lebih dari lima puluh tahun. Dia mengumpulkan seluruh uangnya untuk menyewa sebuah kios yang kemudian dijadikan restoran fastfood dan dinamakan McDonalds yang khusus menyajikan hamburger, hotdog, dan french fries.
Kini dengan berbagai strategi manajemen yang handal McDonalds tumbuh berkembang menjadi sebuah restoran fastfood terbesar di dunia dengan memiliki puluhan ribu franchise yang tersebar di hampir seluruh negara di dunia.
Ray Kroc mungkin tidak akan pernah bercita-cita dan berpikir restorannya suatu saat dapat menjadi sebesar ini, akan tetapi pelajaran yang berharga dan menarik dapat dipetik dari tidak adanya kata terlambat dan ketekunan untuk terus berusaha yang membuat Ray Kroc di usia senjanya yang masih menuai kesuksesan karir. Oleh sebab itu, kejarlah impian anda, tidak peduli betapa pun jauh kelihatannya.

Proses Panjang
Setelah mempelajari berbagai pengalaman menarik dari berbagai tokoh masyarakat akan kegagalan dan kesuksesan karir yang didukung oleh kepribadian mereka yang positif, maka saya akan mencoba mengenalkan beberapa ”kunci-kunci” sukses untuk membuka gerbang kesuksesan dalam kehidupan kita.
Kunci-kunci sukses tersebut terdiri dari; kunci pertama: sukses bukanlah tujuan untuk dicapai melainkan sebuah proses panjang yang harus diterapkan terus-menerus setiap harinya.
Banyak orang-orang beranggapan bahwa tolak ukur sebuah kesuksesan ditentukan oleh materi atau uang yang dimiliki, jabatan yang diraih ataupun dilihat dari kemenangan yang didapat. Tetapi sukses bukanlah semua hal yang diatas, melainkan sebuah proses hidup yang kita jalani setiap hari untuk mengetahui tujuan hidup kita, membantu sesama dan bertumbuh menuju potesi maksimum kita.
Kunci kedua adalah kita harus memahami bahwa Tuhan yang menciptakan kita, jadi sewaktu kita berada di dalam dunia ini kita mempunyai hak untuk menjadi seorang pencipta (co-creator) sama halnya seperti Tuhan, sang pencipta. Thomas Edison adalah salah seorang sang pencipta handal.
Seniman seperti para musisi, pelukis, novelis dan yang lainnya juga dapat disebut sebagai pencipta, namun dalam konteks dan tujuan yang berbeda. Tugas mulia pencipta bukanlah hanya sekedar mencari popularitas ataupun materi belaka, namun lebih dari itu, yaitu membantu dan berbagi rasa dengan orang-orang di sekitar kita dengan tujuan mendapatkan dan menjalani hidup yang lebih baik.
Kunci ketiga menyatakan, bahwa kita harus melayani orang lain seperti halnya kita melayani diri sendiri. Martin Luther King Jr. pernah berkata, ” Semua orang bisa menjadi hebat… Sebab setiap orang bisa melayani.
Kita tidak harus memiliki gelar sarjana untuk melayani. Kita tidak harus memiliki bahasa atau kondisi yang baik untuk melayani. Kita hanya perlu hati yang penuh dengan anugerah. Jiwa digerakkan oleh kasih”.
Kunci yang keempat mengajak kita untuk menggunakan seluruh kemampuan maksimal kita untuk menggapai impian dan kesuksesan. John C. Maxwell memberikan sebuah contoh, ”Sarasate, pemain biola terbesar di abad sembilan belas dari Spanyol, pernah digelari pemain jenius oleh para kritikus musik.
Menanggapinya, Sarasate menjawab, ”Saya? Jenius? Selama tiga puluh tujuh tahun saya berlatih empat belas jam sehari, dan baru sekarang mereka mengatakan saya jenius?” Contoh tersebut menjelaskan bahwa tanpa memberikan usaha yang maksimal kita juga akan mendapatkan hasil yang kurang maksimal pula.
Selanjutnya kunci sukses yang kelima dan yang terakhir adalah menganjurkan kita semua untuk berimajinasi dan bermimpi setiap hari. Salah satu dari pemimpi terbesar abad dua puluh adalah Walt Disney.
Seseorang yang pertama kali menciptakan film kartun bersuara, berwarna, dan film kartun versi layar lebar pastilah adalah seseorang yang memiliki visi. Dan buah mahakarya dari visi dan impian Walt Disney adalah Disneyland dan Walt Disney World ketika suatu kali berjalan di tengah taman dalam suasana karnaval.
Mimpi itu indah dan mempunyai kekuatan seperti yang dikutip dari kata-kata Stella Stuart bahwa, ”Bermimpilah setiap hari karena di belakangku ada kekuatan tak terbatas, di depanku ada kemungkinan tak berakhir, di sekelilingku ada kesempatan tak terhitung. Mengapa aku harus takut?”


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar